Merdeka di Bulan Suci Ramadhan

                   Momen kemerdakaan RI kali ini sangat berbeda karena bertepatan dengan bulan suci, bulan yang penuh berkah, bulan berlimpah pahala bagi seluruh umat muslim di negeri tercinta ini. Melihat sejarah, masa lalu negeri kita, 17 Agustus 1945, inilah tanggal, waktu dimana Indonesia partama kali menyatakan kemerdakaannya dengan dibacakannya naskah proklamasi yang dibacakan oleh seorang wakil pilihan rakyat, orang yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, di pikiran kita, beliau adalah Ir. Soekarno. Pembacaan naskah ini disaksikan oleh rakyat Indonesia. Kabar yang sangat penting dan menggembirakan ini langsung menyebar luas ke banyak wilayah di Indonesia melalui media seadanya seperti radio, dari mulut ke mulut, kabar ini pun menyebar dengan sangat cepat. Semua rakyat Indonesia yang mendengar kabar ini merasa sangat senang, bebas, terlepas dari ‘belenggu’ para penjajah Belanda yang hampir lebih dari 350 tahun menjajaki, melakukan apapun seenaknya di negeri tercinta kita ini. Kita patut berterima kasih kepada para pejuang RI yang telah berjuang hingga akhir hayatnya untuk membela Tanah Air kita yang tercinta ini. Semoga mereka semua diberikan tempat yang layak dan terbaik di sisi-Nya. Aamiin.

Momen ini pun terulang kembali, di mana Indonesia merdeka bertepatan dengan Bulan yang penuh ampunan, bulan yang sangat dinanti-nanti oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia, yakni Bulan Suci Ramadhan. Selain bertindak sebagai pejuang, pembela tanah air, mereka juga tidak mengabaikan kewajiban mereka sebagai seorang muslim, yakni menjalankan puasa. Kita perlu mencontoh semangat juang mereka, kita aplikasikan semangat juang mereka dalam menjalankan, menghadapi kehidupan kita sehari-hari. Di bulan ini juga terdapat momen bersejarah pula selain ‘Merdekanya Indonesia’, yakni ‘Fathul Makkah’. Peristiwa ‘Fathul Makkah’ ini sudah tidak asing lagi bagi orang yang ‘mengaku islam’, Karena ini merupakan salah satu peristiwa sejarah islam dimana orang nomor 1 di dunia, yakni Rasulullah saw. berhasil menaklukan kota Mekah. Semangat juang Rasulullah saw. dan para sahabat r.a. yang dari awal dimusuhi banyak orang khususnya di Mekah karena dakwahnya berbuahkan hasil, yakni bisa memenangkan setiap perang, dan Beliau saw. membawa pasukannya, para sahabat dari Madinah menuju Mekah dengan penuh kedamaian, tidak ada kekerasan. Itulah beberapa sifat Rasulullah, yakni penuh semangat juang dan rasa kasih sayang.

Kita perlu, patut bersyukur atas perjuangan mereka yang berjuang di negeri Indonesia dan yang tidak kalah penting atas mereka yang berjuang dalam menegakkan dakwah islam, agama Allah Swt. Karena mereka semua, saat ini kita bisa merasakan kebebasan aktivitas tanpa ada paksaan atau perintah kolonial Belanda. Kita juga bisa merasakan manisnya Islam, manisnya Iman. Tidak hanya menyatakan rasa syukur dengan lisan, kita harus merealisasikannya dengan tindakan, yakni kita harus belajar dengan baik, benar dengan semangat juang tinggi dan kelak kita bisa membuat INDONESIA LEBIH MAJU & LEBIH BAIK.  Kita juga harus mempelajari ilmu-ilmu agama islam, dan bisa mengamalkannya walaupun hanya satu ayat. “Tapi kenapa harus hanya satu ayat kalau kita bisa mengamalkan dua, tiga, 30, 1000 ayat atau bahkan lebih dari itu”. Kita pelajari dan amalkan sunnah-sunnah Rasulullah saw. dan perintah-perintah Alah Swt. Agar kelak kita bisa MASUK SURGA TANPA ‘MAMPIR’ terlebih dahulu KE NERAKA.

Aamiin………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s