Makna Hamdalah

A. MAKNA HAMDALAH

B. KEAGUNGAN HAMDALAH

C. HAL HAL YANG HARUS DI ANJURKAN DALAM MAKNA HAMDALAH

D. AYAT AYAT YANG TERDAPAT KATA-KATA HAMDALAH

E. PERBEDAAN HAMDALAH DENGAN SYUKUR

A. MAKNA HAMDALAH

Pengertian atau makna Hamdalah:

Alhamdu: Pujian terhadap suatu kebaikan yang didasari oleh ikhtiar.

Allah memiliki prestasi yang tak mungkin disamai oleh manusia. Allah SWT dipuji atas

keindahan nam-namaNya dan kebaikan perbuatannya (QS. 14:39, 27:15, 93).

Alasan Allah dipuji:

1. Allah Maha pembuat prestasi (QS. 40:62)

2. Allah Maha Indah dalam nama-nama-Nya (QS. 20:8, 7:180)

3. Allah Maha Baik dalam perbuatan-Nya (QS. 32:7)

4. Allah mencipta segala sesuatu berdasrakan pengetahuan dan kehendak-Nya (QS. 20:111).

Makna Rabbul alamin

Rabbul: pemilik yang mengatur urusan hamba-Nya.

Al-‘alamin: apa yang diketahui, berarti alam, manusia-manusia, jin dan kelompok-kelompoknya.

Sekurang-kurangnya harus ada empat (4) kata sekaligus untuk dapat menerjemahkan Rabb secara

tepat dan sempurna, yaitu:

1. Allah sebagai pencipta (QS. 2:164, 15:73)

2. Allah sebagai Pemilik (QS. 14:2)

3. Allah sebagai Pemelihara (QS. 15:9)

4. Allah sebagai Penguasa (QS. 15:16, 27).
B. KEAGUNGAN HAMDALAH

Hamdalah merupakan penggalan kata yang selalu kita ucapkan setiap kali kita selesai melakukan sesuatu yang secara lengkap kita membacanya dengan ucapan “Al-hamdulillah” (segala puji hanya milik Allah) atau “Al-hamdulillah rabbil ‘alamin” (segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam). Kata alhamd itu sendiri terdiri dari kata “al” dan “hamd”, yang seringkali diterjemahkan dengan pujian. Yaitu pujian yang ditujukan kepada Allah. Sebuah ungkapan pujian yang hanya diserahkan dan disampaikan kepada Allah SWT. “Alhamd” (puji) baik secara aktual maupun verbal adalah bentuk dari manifestasi keparipurnaan dan suksesnya suatu tujuan, dari segala yang ada. Sebab Hamdalah itu merupakan bentuk dari pujian pembuka, sekaligus merupakan pujian indah bagi yang berhak mendapatkannya. Seluruh makhluk di muka bumi ini secara keseluruhan juga memuji Allah SWT bertasbih dan bertahmid. Seluruh keparipumaan muncul dari potensi-potensi menjadi aktual, dan semuanya senantiasa menyucikan dan memuji-Nya. Sebagaimana dalam firman Allah swt:

“Tak satu pun dari segala yang ada kecuali selalu bertasbih dan memuji-Nya”.

C. HAL HAL YANG HARUS DI ANJURKAN DALAM MAKNA HAMDALAH:

1. Bentuk ucapan

Pujian kepada Allah dalam bentuk ucapan merupakan anjuran agama setiap kali merasakan anugerah. Itu sebabnya Rasulullah saw. Selalu mengucapkan al-hamdulillah pada setiap kondisi dan situasi. Ketika berpakaian, sesudah makan, ketika akan tidur dan setiap bangun tidur, dan seterusnya dari perbuatan Rasulullah saw yang mengajarkan kita untuk selalu mengucapkan al-hamdulillah dalam setiap kondisi dan situasi.

2. Bentuk perbuatan

pujian dalam bentuk perbuatan yang biasa kita sebut dengan syukur. Kedua sisi ini tergabung  dalam ucapan al-hamdulillah.

D. AYAT AYAT YANG TERDAPAT KATA-KATA HAMDALAH

Adapun pada ayat-ayat lain dapat ditemukan kata-kata alhamdu yang menjadi permulaan ayat  pada tempat surat lain; masing-masing menggambarkan kelompok nikmat Allah dan merupakan perincian dari kalimat al-hamdulillah pada surat al-fatihah.

Keempat surat yang dimaksud adalah :

1. Surat Al-An’am yang dimulai dengan pujian kepada Allah atas nikmat yang telah  dianugerahkan oleh-Nya akan potensi yang terpendam di langit dan di bumi. Allah berfirman:

“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan  terang…”

2. Surat Al-Kahfi yang dimulai dengan pujian kepada Allah atas nikmat yang telah dianugerahkan berupa petunjuk bagi manusia, sebagai nikmat terbesar yaitu kehadiran Al-Quran yang tidak memiliki kebengkokan dan kesalahan; Allah berfirman: “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Quran kepada hamba-Nya dan tidak membuat kebengkokan (kekurangan) di dalamnya”.

3. Surat Saba yang dimulai dengan kata Al-hamdu; pujian kepada Allah atas nikmat yang telah dianugerahkan yaitu berupa alam dunia dan alam akhirat sehingga manusia dapat menjadikannya sebagai keseimbangan; memperbanyak bekal di alam dunia dan memetiknya nanti di alam akhirat; Allah berfirman: “Segala puij bagi Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bagi-Nya pula pujian di akhirat. Dialah yang Maha bijaksana lagi Maha Mengetahui”.

4. Surat Fathir yang dimulai dengan kata Al-hamdu; pujian kepada Allah atas segala nikmatnya yang telah dianugerahkan berupa keabadian sejati nanti di alam akhirat; Allah berfirman: “Segala puji bagi Allah, pencipta langit dan bumi yang menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan-utusan yang mengurus berbagai macam urusan (di dunia dan di akhirat) yang mempunyai sayap -sayap masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat.”

E. PERBEDAAN HAMDALAH DENGAN SYUKUR

Perbedaan kata hamd (pujian) dengan kata syukur, walaupun keduanya saling memperkaya makna namun pada hakikatnya mempunyai makna yang berbeda.

  • Ø Hamdalah disampaikan secara lisan kepada yang bersangkutan walaupun ia tidak memberi apapun baik kepada si pemuja maupun kepada yang lain dan biasanya yang dipuji memiliki syarat yang patut dipuji; indah (baik) diperbuat secara sadar dan tidak karena paksaan. Dengan demikian, maka segala perbuatan Allah terpuji dan segala yang terpuji merupakan  perbuatan Allah juga, sehingga segala puji tertuju kepada Allah. Bahkan jika kita memuji seseorang karena kebaikan atau kecantikannya, maka pujian tersebut pada akhirnya harus dikembalikan kepada Allah SWT, sebab kecantikan dan itu bersumber dari Allah.
  • Ø Syukur pada dasarnya digunakan untuk mengakui dengan tulus dan penuh penghormatan akan nikmat yang dianugerahkan oleh yang disyukuri itu, baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan. Pada akhirnya kata alhamdu (pujian) merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah dianugerahkan dan selayaknya kata ini diucapkan ketika seseorang ingin melakukan sesuatu, karena sejatinya tidak ada perbuatan yang dilakukan, ucapan yang disuarakan, nafas yang dihembuskan, gerakan dan segala apapun yang diperbuat oleh bagian anggota tubuh manusia karena rahmat dan anugerah dari Allah. Dan kita pun dianjurkan untuk selalu mengucapkan syukur dan tahmid saat melihat orang lain mendapatkan rezki dan anugerah dari SWT. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw dalam do’anya :

“Ya Allah, tidak ada di pagi ini dari kenikmatan yang engkau anugerahkan kepada kami dan kepada siapa pun dari hamba-hambamu hanya dari Engkau belaka, tiada sekutu bagi-Mu dan segala puji dan syukur hanya milik-Mu”

2 responses to “Makna Hamdalah

  1. alhamdulillah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s